POHUWATO, BARGO.ID – Pemerintah Kabupaten Pohuwato mulai mengambil langkah untuk memperkuat ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama PERUMDAM Tirta Moolango, Pemda Pohuwato mulai melakukan pengeboran sumur air tanah dalam di Dusun Batupasang, Desa Marisa Utara, Kecamatan Marisa, Jumat (2/10/2026).
Pengeboran perdana berlangsung di kompleks Jembatan Hulude Bunggu dan ditandai dengan penekanan tombol oleh Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga.
Saipul didampingi Direktur PERUMDAM Tirta Moolango Kaharudin Yusuf Rahim, Dewan Pengawas PERUMDAM Moolango Rinto W. Ali, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Pohuwato Vicky M. Lahamutu, serta jajaran terkait.
Bupati Saipul mengatakan pembangunan sumur air tanah dalam tersebut merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih.
“Insyaallah, kalau tidak mengalami hambatan, sumur ini bisa memproduksi air 10 liter per detik sesuai penyampaian tim teknis Cipta Karya Dinas PU Kabupaten Pohuwato,” ujar Saipul.
Menurut Saipul, keberadaan sumur tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi menghadapi persoalan kekurangan air, terutama ketika musim kemarau.
Ia menegaskan, air merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian pemerintah.
“Mohon doa dan dukungan kita semua, termasuk masyarakat. Bila ini selesai sesuai target sekitar satu bulan lebih, maka kebutuhan air semakin tertangani, terutama di beberapa desa yang mengalami kekurangan air akibat tekanan air yang kurang,” jelasnya.
Saipul menjelaskan, lokasi pengeboran dipilih karena dinilai strategis dan memiliki potensi sumber air.
Titik pengeboran berada tidak jauh dari aliran sungai di sekitar Jembatan Hulude Bunggu.
Sebelum pengeboran dilakukan, pemerintah daerah telah mempertimbangkan hasil survei teknis untuk menentukan lokasi yang dinilai memiliki potensi air tanah.
Selain kajian teknis, proses penentuan titik juga turut mempertimbangkan kearifan lokal berupa payango yang dilakukan oleh salah satu imam.
“Insyaallah pekerjaan ini bisa berjalan lancar sesuai target yang diharapkan dan hasilnya dapat dimanfaatkan untuk masyarakat. Apalagi kondisi iklim masih dalam musim kemarau dan belum dapat dipastikan kapan musim penghujan datang,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan sumur ini merupakan bagian dari inisiatif Pemda Pohuwato melalui Bidang Cipta Karya Dinas PUPR, PERUMDAM Tirta Moolango, serta Badan Pengawas PERUMDAM Moolango.
Sementara itu, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Pohuwato, Vicky M. Lahamutu, mengatakan pengeboran yang dilakukan Bupati menjadi tanda dimulainya pekerjaan pembangunan sumur air tanah dalam oleh pihak penyedia.
“Rencananya pekerjaan ini dilaksanakan selama satu setengah bulan sampai dengan commissioning pada akhir November,” jelas Vicky.
Dari sisi pembiayaan, proyek tersebut menggunakan anggaran APBD Perubahan dengan pagu sekitar Rp350 juta hingga Rp400 juta.
Pengeboran dilakukan menggunakan sistem hidrolik dengan target kedalaman mencapai 80 meter.
Vicky menjelaskan, titik pengeboran ditentukan berdasarkan hasil survei geolistrik yang sebelumnya dilakukan untuk mengetahui potensi dan kapasitas air tanah.
“Jadi, mengapa dipilih titik ini? Karena berdasarkan hasil survei geolistrik yang telah dilaksanakan oleh tim dari UNG, titik ini dinilai memiliki potensi sumber air,” ujarnya.
Direktur PERUMDAM Tirta Moolango, Kaharudin Yusuf Rahim, mengapresiasi dukungan Pemda Pohuwato melalui APBD dalam pembangunan sumur tersebut.
Menurutnya, pembangunan sumur baru ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Kaharudin mengatakan lokasi pengeboran telah melalui survei geolistrik dan hasilnya menunjukkan adanya potensi sumber air.
Keberadaan sumur tersebut nantinya diharapkan dapat menambah debit sekaligus meningkatkan tekanan air, khususnya di wilayah Marisa dan sekitarnya.
“Alhamdulillah, dengan adanya sumur ini bisa menambah tekanan air yang ada di seputaran Pohuwato dan Marisa, khususnya. Nantinya akan terhubung dengan bak air yang tidak jauh dari lokasi ini,” ujarnya.
Ia berharap setelah seluruh pekerjaan selesai, tambahan debit air tersebut dapat meningkatkan pelayanan kepada konsumen.
Dengan begitu, kebutuhan air bersih masyarakat dapat semakin terpenuhi dengan tekanan yang sesuai dengan sistem pelayanan PERUMDAM Tirta Moolango.












