BOALEMO, BARGO.ID – Tongkat estafet jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boalemo resmi berpindah dari Sherman Moridu kepada Nurdin Baderan dalam prosesi serah terima jabatan (sertijab) yang digelar, Rabu (22/4/2026).
Pergantian ini tak sekadar seremoni administratif, tetapi juga menjadi penegasan arah baru dalam penguatan kinerja birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo.
Dalam sambutannya, Sherman Moridu menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan yang telah diraih merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah daerah. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan kinerja, terlebih memasuki periode akhir masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati saat ini.
“Capaian yang sudah baik harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Ini membutuhkan dukungan penuh seluruh pimpinan OPD, camat, dan seluruh elemen,” ujar Sherman.
Ia juga menyoroti sejumlah program strategis yang membutuhkan percepatan, baik program nasional maupun target daerah. Selain itu, ia menekankan pentingnya respons cepat dari organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menjaga kualitas tata kelola pemerintahan, termasuk mempertahankan opini WTP atas laporan keuangan daerah.
Sementara itu, Sekda yang baru, Nurdin Baderan, menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan kinerja birokrasi melalui pendekatan yang lebih terukur dan adaptif. Ia memperkenalkan konsep kerja “Boalemo SAT-SET” sebagai kerangka utama.
Menurutnya, konsep SAT-SET tidak hanya bermakna kerja cepat dan tepat, tetapi juga merupakan akronim dari Satu Tujuan dan Sepuluh Target, dengan fokus utama mewujudkan Boalemo yang produktif dan berdaya saing hingga tahun 2029.
“Kita akan mempertahankan capaian yang sudah baik, dan mengakselerasi yang belum optimal. Kuncinya ada pada kolaborasi dan disiplin kinerja,” tegas Nurdin.
Ia menambahkan, sistem kerja berbasis kinerja akan menjadi fokus utama, dengan indikator yang jelas melalui perjanjian kinerja sebagai tolok ukur evaluasi bagi seluruh perangkat daerah.
Nurdin juga menyoroti tantangan birokrasi ke depan yang semakin dinamis, terutama dalam hal digitalisasi serta meningkatnya intensitas koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi. Karena itu, menurutnya, diperlukan kemampuan mengatur ritme kerja agar seluruh target dapat berjalan seimbang.
Dalam analoginya, Nurdin menyebut organisasi pemerintahan sebagai sebuah bangunan, di mana pimpinan OPD dan seluruh jajaran menjadi pilar utama.
“Jika pilar ini kuat, maka tujuan besar kita akan tercapai, bahkan menuju visi jangka panjang menjadikan Boalemo sebagai pusat peradaban di Teluk Tomini,” ujarnya.
Melalui sertijab ini, Pemerintah Kabupaten Boalemo menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil, guna mendorong percepatan pembangunan daerah.




























