Daerah

Pelatihan Menghias Tumpeng Digelar di Pohuwato, DWP Dorong Peningkatan Keterampilan dan Kewirausahaan

×

Pelatihan Menghias Tumpeng Digelar di Pohuwato, DWP Dorong Peningkatan Keterampilan dan Kewirausahaan

Sebarkan artikel ini
Instruktur Alvian Tomaili, S.Gz saat memberikan pelatihan cara membuat nasi tumpeng kepada pengurus DWP Pohuwato

POHUWATO, BARGO.ID – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pohuwato menggelar kegiatan Pelatihan Keterampilan Menghias Tumpeng di Aula Dinas PUPR Kabupaten Pohuwato, Senin (29/06/2026).

Kegiatan tersebut merupakan program kerja DWP se-Kabupaten Pohuwato di bidang ekonomi yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan jiwa kewirausahaan para anggota.

Pelatihan kali ini diselenggarakan oleh DWP Kabupaten Pohuwato bersama DWP Dinas Perikanan, DWP Dinas Sosial, DWP Dinas Perindagkop, DWP Kecamatan Buntulia, dan DWP Kecamatan Popayato Timur.

Turut hadir sebagai instruktur sekaligus narasumber, Kepala Puskesmas Marisa, Alvian Tomaili, S.Gz, serta pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pohuwato.

Ketua DWP Kabupaten Pohuwato, Ny. Suriyati Datau R. Abdjul, S.Pd., M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Pada kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Alvian Tomaili yang bersedia menjadi instruktur dalam pelatihan ini,” ujar Suriyati.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada DWP Dinas Perikanan, DWP Dinas Perindagkop, DWP Dinas Sosial, DWP Kecamatan Buntulia, dan DWP Kecamatan Popayato Timur yang menjadi pelaksana kegiatan bulan ini.

Menurutnya, partisipasi aktif seluruh DWP organisasi perangkat daerah (OPD) dan DWP kecamatan menjadi faktor penting sehingga kegiatan rutin bulanan dapat terus terlaksana.

“Atas nama Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pohuwato, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu mengikuti kegiatan ini. Kehadiran ibu-ibu semua merupakan bukti semangat untuk terus belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri,” katanya.

Suriyati menjelaskan, pelatihan menghias tumpeng merupakan salah satu bentuk komitmen DWP Kabupaten Pohuwato dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan yang bermanfaat.

Menurutnya, menghias tumpeng tidak hanya sekadar menciptakan tampilan yang menarik, tetapi juga melatih kreativitas, ketelitian, dan kesabaran, sekaligus melestarikan warisan budaya kuliner Indonesia.

“Melalui pelatihan ini kami berharap setiap peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk kebutuhan keluarga, acara kedinasan, kegiatan organisasi, maupun sebagai peluang usaha yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Ia berharap anggota DWP semakin mandiri, produktif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Sementara itu, instruktur pelatihan, Alvian Tomaili, S.Gz, menjelaskan makna filosofis dari nasi tumpeng kepada para peserta.

Menurut Alvian, tumpeng merupakan nasi yang disajikan dalam bentuk kerucut dan dilengkapi dengan berbagai lauk-pauk.

“Tumpeng merupakan simbol kemakmuran dan kesejahteraan. Dalam Islam, tumpeng sering dimaknai sebagai simbol rasa syukur atas keberhasilan dan kesuksesan yang diraih seseorang,” jelas Alvian.

“Nasi tumpeng itu merupakan wujud rasa syukur,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *