Nasional

Kisah Persahabatan Prabowo dan Sjafrie Sjamsoeddin, Satu Angkatan Akmil hingga Kini Bersama di Pemerintahan

×

Kisah Persahabatan Prabowo dan Sjafrie Sjamsoeddin, Satu Angkatan Akmil hingga Kini Bersama di Pemerintahan

Sebarkan artikel ini
Foto: Istimewa

JAKARTA, BARGO.ID – Persahabatan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin telah terjalin sejak keduanya menempuh pendidikan militer di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI), kini Akademi Militer (Akmil), Magelang, pada 1974.

Hubungan yang berawal dari kehidupan sebagai taruna itu terus berlanjut di tengah perjalanan karier militer keduanya. Meski sempat menjalankan tugas di posisi berbeda dan menghadapi dinamika perjalanan karier masing-masing, Prabowo dan Sjafrie kembali berada dalam satu lingkaran pemerintahan.

Kini, Prabowo menjabat sebagai Presiden RI, sedangkan Sjafrie dipercaya mengemban tugas sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

Perjalanan keduanya memperlihatkan hubungan panjang yang terbentuk sejak masa pendidikan militer, berlanjut ketika bertugas di lingkungan TNI, hingga kembali bertemu dalam pemerintahan.

1. Sekamar di Paviliun 5, Lembah Tidar

Kedekatan Prabowo dan Sjafrie bermula ketika keduanya menjalani pendidikan militer. Mereka sama-sama merupakan lulusan AKABRI tahun 1974 dan pernah tinggal bersama di Paviliun 5A, kawasan Lembah Tidar, Magelang.

Kenangan tersebut pernah disampaikan Sjafrie melalui tulisannya mengenai masa taruna. Ia mengenang masa ketika mereka mengakhiri pendidikan taruna dan bersiap menjalani wisuda sebagai perwira TNI AD pada 1974.

Selama pendidikan, keduanya mengikuti berbagai pelatihan militer, termasuk pendidikan infanteri, terjun payung, hingga pendidikan komando. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan awal mereka sebelum memasuki penugasan di lingkungan TNI.

Sjafrie juga dikenal sebagai peraih penghargaan Adhi Makayasa, yang diberikan kepada lulusan terbaik pendidikan militer.

2. Sempat Bertugas di Lingkungan Kopassus

Setelah menyelesaikan pendidikan, Prabowo dan Sjafrie melanjutkan pengabdian di lingkungan TNI AD, termasuk di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Keduanya pernah berada dalam lingkungan penugasan yang sama ketika masih berpangkat perwira pertama. Namun, perjalanan karier selanjutnya membawa mereka mengemban tanggung jawab berbeda.

Prabowo kemudian menduduki sejumlah posisi strategis di TNI, termasuk sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Sementara itu, Sjafrie pernah menjabat sebagai Pangdam Jaya.

Pada Mei 1998, ketika Indonesia dilanda krisis politik dan kerusuhan, keduanya berada di posisi masing-masing. Sjafrie menjabat Pangdam Jaya, sedangkan Prabowo menjabat Pangkostrad.

Periode tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan karier militer keduanya. Setelah itu, jalan pengabdian mereka berkembang dengan dinamika dan tanggung jawab yang berbeda.

3. Kembali Bersama di Kementerian Pertahanan

Setelah menempuh perjalanan panjang di dunia militer, Sjafrie melanjutkan pengabdian di bidang pemerintahan dan pertahanan.

Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan pada 2005 dan Wakil Menteri Pertahanan pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada masa berikutnya, Sjafrie juga membantu Prabowo ketika mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Hubungan kerja keduanya kembali berlanjut setelah Prabowo terpilih sebagai Presiden RI pada 2024.

Prabowo kemudian menunjuk Sjafrie sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Merah Putih. Sjafrie resmi dilantik pada 21 Oktober 2024 untuk masa jabatan 2024–2029.

Penunjukan tersebut menempatkan dua rekan lama dari Akmil dalam posisi berbeda di pemerintahan: Prabowo sebagai kepala negara, sementara Sjafrie bertanggung jawab memimpin kementerian yang menangani urusan pertahanan.

4. Prabowo Anugerahkan Pangkat Jenderal Kehormatan Bintang Empat

Kebersamaan keduanya kembali menjadi sorotan ketika Presiden Prabowo menganugerahkan pangkat Jenderal TNI Kehormatan bintang empat kepada Sjafrie.

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Suparlan, Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 10 Agustus 2025.

Kementerian Pertahanan menyebut penganugerahan itu sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, pengabdian, dan jasa Sjafrie dalam bidang pertahanan dan kemiliteran. Sebelumnya, Sjafrie berpangkat Letnan Jenderal TNI (Purn.).

Momen tersebut menjadi salah satu penanda perjalanan panjang Sjafrie setelah puluhan tahun mengabdi di dunia militer dan pemerintahan.

Persahabatan yang Berlanjut hingga Pemerintahan
Persahabatan Prabowo Subianto dan Sjafrie Sjamsoeddin telah melewati berbagai fase, mulai dari kehidupan sebagai taruna, penugasan di lingkungan TNI, hingga tanggung jawab di pemerintahan.

Keduanya kini menjalankan tugas berbeda, tetapi berada dalam satu pemerintahan dengan tanggung jawab besar terhadap negara.

Dari Paviliun 5A di Lembah Tidar hingga Kementerian Pertahanan, perjalanan keduanya menjadi kisah tentang hubungan yang terjalin sejak masa pendidikan militer dan berlanjut dalam perjalanan pengabdian kepada Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *