POHUWATO, BARGO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato terus berupaya memperkuat keselamatan dan keamanan pelayaran di Pelabuhan Bumbulan, Kecamatan Paguat.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni memastikan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) di pelabuhan tersebut kembali berfungsi optimal, sekaligus memenuhi persyaratan teknis dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk itu, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, melakukan koordinasi, konsultasi, dan audiensi dengan jajaran Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Bitung di Sulawesi Utara, Rabu (28/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Saipul didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pohuwato, Muslimin Nento, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Tilamuta Wilayah Kerja Bumbulan, Subur Raharjo, serta Tim Kerja Bupati.
Rombongan diterima Kepala Bidang Alur Pelayaran dan Telekomunikasi Pelayaran, Capt. Ferry Akbar, M.M., di kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Manado-Bitung.
Dalam pertemuan itu, Saipul menjelaskan bahwa pihaknya ingin mendapatkan arahan teknis dan administratif terkait pendaftaran, pencatatan, hingga perizinan SBNP apabila dipersyaratkan.
Menurutnya, fasilitas navigasi di Pelabuhan Bumbulan tersebut telah dibangun secara bertahap sejak 2011 dan 2019, kemudian mendapatkan perbaikan pada 2021.
Namun, berdasarkan hasil pemantauan Dinas Perhubungan Pohuwato pada awal 2026, sebagian besar komponen SBNP mengalami kerusakan berat.
Kerusakan tersebut meliputi lampu suar dan pelampung suar yang mengalami korosi hingga bocor dan tenggelam. Sementara perangkat lampu beserta baterainya sudah tidak berfungsi.
Saat itu, komponen yang masih tersisa hanya menara mercusuar.
Melihat kondisi tersebut, Pemkab Pohuwato berupaya mencari solusi untuk memulihkan fasilitas navigasi yang memiliki peran penting dalam menunjang keselamatan pelayaran.
Terlebih, kemampuan anggaran daerah masih terbatas di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.
Saipul mengungkapkan, upaya pemulihan SBNP akhirnya mendapatkan dukungan melalui bantuan hibah dari jajaran pimpinan PT Pani Gold Mine.
“Alhamdulillah, melalui koordinasi dan dukungan dari jajaran pimpinan PT Pani Gold Mine, kami memperoleh bantuan hibah untuk pemulihan SBNP di Pelabuhan Bumbulan. Pekerjaan perbaikan dilaksanakan oleh PT Mentari Alam Persada (PT MAP) sekitar April hingga Mei 2026,” jelas Saipul.
Ia mengatakan, berdasarkan kondisi operasional yang diketahui pemerintah daerah, SBNP tersebut kini telah kembali berfungsi dengan baik setelah dilakukan perbaikan.
Meski demikian, Saipul menegaskan pemulihan secara fisik saja belum cukup.
Pemerintah daerah juga ingin memastikan fasilitas navigasi tersebut telah memenuhi persyaratan teknis dan administrasi, termasuk ketentuan pendaftaran serta pencatatannya dalam Daftar SBNP Indonesia.
“Kami tidak ingin keberadaan SBNP ini terabaikan dalam pendataan dan pengawasan navigasi pelayaran,” ungkapnya.
Karena itu, melalui audiensi tersebut, Pemkab Pohuwato meminta penjelasan mengenai tahapan yang harus ditempuh melalui Dinas Perhubungan agar keberadaan SBNP di Pelabuhan Bumbulan tercatat sesuai ketentuan.
Pemkab Pohuwato berharap koordinasi dengan Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Bitung dapat memberikan kejelasan mengenai prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi.
Dengan demikian, fasilitas navigasi tersebut tidak hanya berfungsi secara operasional, tetapi juga memiliki kelengkapan administrasi dan teknis sesuai peraturan perundang-undangan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan keselamatan pelayaran, memperkuat pelayanan transportasi laut, serta memastikan fasilitas navigasi di wilayah pesisir Kabupaten Pohuwato dapat berfungsi secara optimal.












