POHUWATO, BARGO.ID – Momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pohuwato untuk meluncurkan sejumlah program strategis. Peluncuran itu digelar di halaman Kantor Diknasbud Pohuwato, Selasa (28/4/2026).
Selain pencanangan festival yang meliputi lomba seni, olahraga, serta kompetensi guru melalui karya ilmiah, kegiatan tersebut juga menjadi ajang launching empat program prioritas pendidikan.
Program yang diluncurkan yakni Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS), Wajib Belajar 13 Tahun, serta implementasi muatan lokal konservasi Burung Julang Sulawesi di Kabupaten Pohuwato.
Keempat program tersebut secara resmi dilaunching oleh Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga.
Bupati Saipul menegaskan pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap seluruh program yang diluncurkan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk menyukseskan program wajib belajar 13 tahun, memastikan sistem penerimaan murid baru berjalan transparan dan akuntabel, serta menekan angka anak tidak sekolah di Kabupaten Pohuwato. Ini adalah langkah nyata dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” ujar Saipul.
Ia menambahkan, pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga harus menanamkan nilai karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
“Melalui muatan lokal konservasi Burung Julang Sulawesi, kita ingin menanamkan kesadaran kepada generasi muda akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Ini menjadi bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk masa depan daerah,” tambahnya.
Saipul berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat, dapat berperan aktif mendukung keberhasilan program tersebut demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Pohuwato.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Peringatan Hardiknas Kabupaten Pohuwato 2026, Selfis G. Umar, mengatakan pada tahun ini Dinas Pendidikan akan fokus menjalankan keempat program prioritas tersebut.
Khusus implementasi muatan lokal konservasi Burung Julang Sulawesi, pihaknya akan bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah serta PLN Sulawesi sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus edukasi bagi peserta didik.





























