Daerah

Bunda PAUD Desa se-Kecamatan Marisa Dikukuhkan, Dorong Pendataan Anak Usia Dini hingga Tingkat Desa

×

Bunda PAUD Desa se-Kecamatan Marisa Dikukuhkan, Dorong Pendataan Anak Usia Dini hingga Tingkat Desa

Sebarkan artikel ini
Bunda PAUD Desa se-Kecamatan Marisa sekaligus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kecamatan Marisa masa bakti 2026-2030 resmi dikukuhkan.

POHUWATO, BARGO.ID – Bunda PAUD Desa se-Kecamatan Marisa sekaligus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kecamatan Marisa masa bakti 2026-2030 resmi dikukuhkan.

Pengukuhan berlangsung di Aula Kantor Camat Marisa, Rabu (30/9/2026), dan dilakukan oleh Bunda PAUD Kecamatan Marisa, Rosdiana Bay Thalib.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Pohuwato, Suriyati Datau R. Abdjul, yang mewakili Bunda PAUD Kabupaten Pohuwato dan Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten.

Hadir pula Camat Marisa Usman H. Bay, Sekretaris Camat Marisa, Koordinator Wilayah Kecamatan Marisa, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pohuwato Erni Hulubangga, serta para kepala desa se-Kecamatan Marisa.

Pengukuhan ditandai dengan penandatanganan berita acara dan pemasangan selempang oleh Bunda PAUD Kecamatan Marisa kepada delapan istri kepala desa se-Kecamatan Marisa.

Dalam sambutannya, Suriyati mengatakan pengukuhan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat kepedulian terhadap masa depan anak, khususnya pemenuhan hak pendidikan anak usia dini.

“Anak usia dini berhak mendapatkan kesempatan terbaik untuk tumbuh dan berkembang. Karena itu, Bunda PAUD kecamatan dan desa memiliki peran penting sebagai penggerak, penghubung, dan penguat kepedulian masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini,” ujarnya.

Ia meminta Bunda PAUD yang baru dikukuhkan segera menjalankan berbagai program kerja dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Salah satu program yang akan didorong yakni pembentukan posko di setiap desa untuk melakukan pendataan anak usia dini secara menyeluruh.

“Nanti kita akan membentuk posko di setiap desa. Itu akan mendata, kita akan sisir data dari bawah karena tugas dari Bunda-Bunda PAUD desa itu sangat berat. Olehnya, koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama dengan suami sebagai kepala desa,” jelasnya.

Menurut Suriyati, pendataan penting dilakukan untuk mengetahui anak-anak yang belum mendapatkan akses pendidikan sekaligus mengidentifikasi kendala yang mereka hadapi.

“Tugas kita mulai dari desa, kita cari datanya, kita lihat berapa persen yang ada di Kecamatan Marisa yang perlu kita usahakan untuk masuk sekolah. Kalau misalnya kendalanya di pakaian, itu ada program dari Dikbud, ada pengadaan seragam sekolah,” terangnya.

Ia berharap Pokja Bunda PAUD Kecamatan Marisa menjadi wadah koordinasi dan kolaborasi yang mampu menggerakkan Bunda PAUD desa agar program yang dilaksanakan benar-benar menyentuh kebutuhan anak dan masyarakat.

Sementara itu, Bunda PAUD Kecamatan Marisa Rosdiana Bay Thalib mengatakan pengukuhan tersebut bukan sekadar jabatan seremonial maupun beban administratif.

Menurutnya, anak-anak merupakan generasi penerus yang memiliki potensi besar untuk menjadi generasi emas yang berakhlak mulia, cerdas, serta mencintai agama.

“Anak-anak kita hari ini adalah lembaran putih yang suci atau fitrah, titipan Allah SWT yang di dalamnya mengalir potensi luar biasa untuk menjadi generasi emas yang berakhlak mulia, cerdas, dan cinta pada agamanya,” kata Rosdiana.

Ia mengatakan pengukuhan Bunda PAUD Desa dan Pokja menjadi momentum memperkuat komitmen dalam mendampingi tumbuh kembang anak usia dini di seluruh desa di Kecamatan Marisa.

“Kepada Bunda PAUD Desa dan pengurus Pokja yang baru dikukuhkan, saya ucapkan selamat mengemban amanah yang mulia ini. Ingatlah bahwa kerja-kerja PAUD adalah kerja hati,” ujarnya.

Rosdiana juga mengajak para Bunda PAUD menjadikan setiap aktivitas pendampingan dan pelayanan kepada anak sebagai bagian dari pengabdian.

“Ketika lelah melanda, niatkan setiap langkah kita ke sekolah atau kelompok bermain sebagai ibadah karena lillahita’ala. Jadilah pelita yang menerangi, figur ibu yang meneduhkan, serta rumah kedua yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak kita,” tuturnya.

Ia menyebut sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian ke depan, di antaranya penguatan transisi PAUD ke sekolah dasar yang menyenangkan, pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang, serta memastikan seluruh anak usia dini mendapatkan hak pendidikannya.

“Mari kita jadikan ladang pengabdian ini sebagai jembatan amal kebaikan kita. Mohon dukungan dari Bapak Camat, para kepala desa, dan seluruh stakeholder agar langkah-langkah kecil kita berdampak besar bagi masa depan anak-anak tercinta di Kecamatan Marisa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *