Daerah

Deru Alat Berat Bawa Harapan, Tim Tiga Desa Bergerak Selamatkan Bulangita dari Ancaman Banjir

×

Deru Alat Berat Bawa Harapan, Tim Tiga Desa Bergerak Selamatkan Bulangita dari Ancaman Banjir

Sebarkan artikel ini
Tim Normalisasi yang terdiri dari Desa Bulangita, Desa Teratai, dan Desa Palopo melakukan pengerukan sedimentasi dengan mengerahkan satu unit alat berat, Kamis (02/07/2026).

POHUWATO, BARGO.ID – Suara deru mesin alat berat terdengar sejak pagi di aliran sungai Desa Bulangita, Kabupaten Pohuwato, Kamis (02/07/2026). Satu per satu endapan lumpur yang selama ini memenuhi dasar saluran air diangkat ke permukaan.

Di tengah teriknya matahari, aktivitas itu menjadi sebuah harapan baru bagi warga yang mendambakan lingkungan bebas dari ancaman banjir.

Bukan tanpa alasan, sedimentasi yang terus menumpuk dalam beberapa waktu terakhir dikhawatirkan menghambat aliran air saat hujan deras mengguyur.

Jika dibiarkan, saluran yang menyempit berpotensi memicu genangan hingga banjir yang merugikan masyarakat.

Berangkat dari kekhawatiran tersebut, Tim Normalisasi yang terdiri dari Desa Bulangita, Desa Teratai, dan Desa Palopo turun langsung melakukan pengerukan sedimentasi dengan mengerahkan satu unit alat berat.

Material berupa lumpur dan endapan yang menghalangi aliran sungai dibersihkan secara bertahap. Tujuannya sederhana namun penting, mengembalikan fungsi saluran air agar mampu menampung debit air secara optimal ketika musim hujan datang.

Perwakilan Tim Normalisasi, Samin Idji mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari potensi bencana.

“Normalisasi ini kami lakukan untuk memastikan aliran air tetap lancar, sehingga masyarakat dapat terhindar dari dampak banjir dan lingkungan desa tetap terjaga dengan baik,” ujar Samin.

Menurutnya, normalisasi saluran bukan sekadar pekerjaan teknis. Di balik pengerukan sedimentasi, terdapat semangat gotong royong dan tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, bersih, dan nyaman bagi seluruh warga.

Pria yang akrab disapa Podu Lulu ini berharap upaya tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang, mulai dari memperlancar aliran air hingga mengurangi risiko luapan sungai yang kerap menjadi ancaman saat curah hujan meningkat.

Semangat yang sama juga terlihat di desa lainnya. Anggota Tim Normalisasi, Yaya Lamonda, mengatakan bahwa pekerjaan tidak hanya difokuskan di Desa Bulangita, tetapi dilakukan secara berkelanjutan di tiga desa, yakni Bulangita, Teratai, dan Palopo.

Saat ini, alat berat yang digunakan juga tengah bekerja di wilayah Desa Palopo, tepatnya pada saluran Pohon Cinta.

“Kami terus bersemangat melaksanakan normalisasi dan pengerukan sedimentasi di tiga desa. Saat ini pekerjaan juga berlangsung di Desa Palopo pada bagian saluran Pohon Cinta dengan menggunakan satu unit alat rawa,” kata Yaya.

Kolaborasi lintas desa ini menjadi bukti bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat.

Melalui normalisasi saluran air yang dilakukan secara berkesinambungan, Tim Normalisasi berharap ancaman banjir dapat diminimalkan, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan tenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *