POHUWATO, BARGO.ID – Program cetak sawah di Kabupaten Pohuwato terus didorong untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Komandan Kodim (Dandim) 1313/Pohuwato, Letkol Arm. Fiat Suwandana, turut mendampingi peninjauan lokasi cetak sawah di Desa Motulohu, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Selasa (10/03/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Dr. Anny Mulyani, yang turun langsung melihat kondisi lahan pertanian yang telah selesai dicetak.
Kegiatan ini juga dihadiri Plt Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Eko Nugroho Dharmo Putro, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo Dr Ir Muljady D Mario, Kepala BB BRMP Ardi Praptono, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato Kamri Alwi.
Dalam kegiatan tersebut, Dandim 1313/Pohuwato tidak hanya melakukan peninjauan lapangan, tetapi juga memastikan kesiapan lahan agar dapat segera dimanfaatkan oleh para petani melalui percepatan penanaman.
Letkol Arm. Fiat Suwandana menyampaikan bahwa program cetak sawah di wilayah Pohuwato ditargetkan mencapai luas sekitar 5.642 hektare yang akan direalisasikan secara bertahap dan sistematis.
Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya berhenti pada pembukaan lahan, tetapi juga harus diikuti dengan pemanfaatan lahan secara maksimal melalui penanaman yang efektif.
“Pembukaan lahan harus langsung diintegrasikan dengan siklus penanaman yang baik serta didukung dengan penyediaan alat dan mesin pertanian agar produktivitas lahan dapat meningkat,” ujarnya.
Selain melakukan peninjauan, rombongan juga melaksanakan penanaman bersama yang melibatkan penyuluh pertanian dan kelompok tani setempat.
Kegiatan ini menjadi bentuk edukasi sekaligus motivasi bagi para petani agar segera memanfaatkan lahan yang telah tersedia.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dukungan TNI, program cetak sawah di Pohuwato diharapkan mampu mempercepat peningkatan produksi pangan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Dengan percepatan penanaman, jeda waktu antara pembukaan lahan dan masa produksi dapat diminimalisir sehingga manfaat program ini bisa segera dirasakan oleh para petani di daerah tersebut.




























