POHUWATO, BARGO.ID – Panen raya jagung di lokasi Yonif TP 824/MO’E’A menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini dihadiri Panglima Kodam (Pangdam) XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus serta Gubernur Gorontalo yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sofian Ibrahim, Kamis (22/1/2025).
Panen tersebut merupakan panen perdana dari pengelolaan lahan pertanian yang dikembangkan Yonif TP 824 sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah di sektor pertanian. Pada tahap awal, panen dilakukan di lahan seluas delapan hektare dari total 18 hektare tanaman jagung yang telah ditanam.
Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus mengatakan panen raya ini menjadi bukti peran aktif TNI dalam membantu pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan. Ia menyebutkan total lahan yang telah diolah oleh Yonif TP 824 mencapai sekitar 70 hektare dengan berbagai komoditas pertanian.
“Hari ini kami melaksanakan panen jagung dari 18 hektare lahan, dan delapan hektare dipanen sebagai demplot pertanian Yonif TP 824,” ujar Mirza di sela-sela kegiatan.
Menurut Mirza, hasil panen jagung menunjukkan perkembangan yang cukup baik dan diharapkan terus meningkat pada masa tanam berikutnya. Ia menegaskan keterlibatan Yonif TP 824 dalam pengelolaan lahan pertanian merupakan bagian dari tugas TNI dalam membantu pemerintah daerah, tidak hanya di bidang pertahanan, tetapi juga sektor pertanian dan peternakan.
Sementara itu, Sekdaprov Gorontalo Sofian Ibrahim menilai panen raya jagung tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Ia mengapresiasi kualitas jagung yang dipanen dan menyebutnya berpotensi mendukung kebutuhan pangan hingga ekspor.
“Jagung yang kita panen hari ini kualitasnya bagus dan ini menjadi kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan Provinsi Gorontalo,” kata Sofian.
Ia menambahkan Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memberikan dukungan terhadap program peningkatan produksi jagung, mulai dari penyediaan bibit unggul, pupuk, hingga pembukaan lahan pertanian baru.
Sofian juga menyebut Gorontalo masih menjadi salah satu provinsi andalan nasional dalam produksi dan ekspor jagung. Ia berharap dengan dukungan pemerintah pusat, ekspor jagung dari Gorontalo kembali dapat dilakukan pada pertengahan tahun ini.
“Mudah-mudahan hingga pertengahan Juni kita bisa kembali melakukan ekspor jagung seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.





























