POHUWATO, BARGO.ID – Pemerintah Kabupaten Pohuwato bersama unsur lembaga adat memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 M yang dipusatkan di Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato, Kamis (15/01/2026).
Peringatan Isra Mikraj tahun ini mengangkat tema “Melalui Momentum Isra Mikraj Kita Ramaikan Masjid sebagai Wadah Memperkokoh Iman dan Taqwa.”
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Pohuwato AKBP Busroni, S.I.K., M.H., Dandim 1313 Pohuwato Letkol Inf Arm Fiat Suwandana, S.Sos., perwakilan Forkopimda Pohuwato, para asisten dan staf ahli bupati, pimpinan OPD, Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Ny. Risnawati Adam Ali, serta Ketua Bhayangkari Polres Pohuwato.
Hadir pula Ketua MUI Kabupaten Pohuwato Fahri Djafar, Kadhi Pohuwato Syaiful Sabu, Hakimu Pohuwato Wisno Pakaya, Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato Asram Husuna, Batte lo Pohuwato Asmat N. Tuna, beserta para pemangku adat dan tokoh masyarakat.
Peringatan Isra Mikraj tersebut diisi dengan hikmah yang disampaikan oleh Ustaz Kasim Badu.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pohuwato Iwan S. Adam menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah mengambil bagian dalam peringatan Isra Mikraj sebagai bentuk penghormatan terhadap salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam, sekaligus sebagai upaya memperkuat nilai-nilai religius di tengah kehidupan masyarakat.
Menurutnya, peristiwa Isra Mikraj memiliki makna yang sangat mendalam, khususnya terkait perintah salat sebagai tiang agama.
“Oleh karena itu, momentum ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh umat Islam untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas ibadah, terutama salat, dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Iwan.
Ia menegaskan, peringatan Isra Mikraj hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, namun dapat dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun bermasyarakat.
Wabup Iwan juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pohuwato untuk terus meramaikan masjid sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat, sekaligus sebagai wadah memperkokoh iman dan takwa, sehingga nilai-nilai keislaman dapat terus terjaga dan memberi dampak positif bagi pembangunan daerah.
Lebih lanjut, ia berharap peringatan Isra Mikraj ini semakin mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, unsur Forkopimda, tokoh agama, lembaga adat, dan masyarakat, serta menjadi momentum penguatan ukhuwah Islamiyah di Kabupaten Pohuwato.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pohuwato juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Pohuwato yang tidak dapat hadir karena harus menghadiri agenda di Kementerian Pekerjaan Umum terkait finalisasi pembangunan Kantor Bupati Pohuwato.
“Beliau memandatkan kami untuk menghadiri kegiatan ini dan menyampaikan salam kepada seluruh jamaah,” ungkapnya.
Usai peringatan secara nasional, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan tradisi Gorontalo yang diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan tradisi Meeraji atau ritual penyambutan Isra Mikraj.
Dalam tradisi tersebut, naskah aksara Arab yang ditulis dalam bahasa Gorontalo dibacakan secara bergantian oleh para petuah adat hingga sepertiga malam, yang mengisahkan perjalanan Isra Mikraj Rasulullah Muhammad SAW.
Tradisi ini telah berlangsung sejak masuknya Islam di wilayah Gorontalo dan hingga kini tetap lestari sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat setempat.





























