POHUWATO, BARGO.ID – Mengawali tahun 2026, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga bersama pimpinan DPRD Kabupaten Pohuwato kembali melakukan koordinasi ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Selasa (13/01/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Pohuwato didampingi Sekretaris Daerah Iskandar Datau, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Mahyudin Ahmad, Asisten Administrasi Umum Ahmad Djuuna, Kepala Bappeda Rustam Melleng, Kepala BPKPD Tety Alamari, serta Kepala Dinas PUPR Pohuwato Ir. Risdiyanto Mokodompit.
Turut hadir pula Kepala BPBPK Gorontalo Singgi Raharja ST bersama PPK Perencanaan dan staf BPBPK. Kehadiran BPBPK tersebut merupakan permintaan langsung Bupati Pohuwato agar pendampingan dilakukan bersama pemerintah daerah dalam kunjungan kerja tersebut.
Kunjungan perdana di awal tahun ini diterima langsung Wakil Menteri Pekerjaan Umum Ir. Diana Kusumastuti, MT, didampingi Direktur Sanitasi, Direktur Prasarana Strategis, serta jajaran Kementerian PU lainnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Saipul A. Mbuinga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Kementerian PU terhadap Kabupaten Pohuwato, khususnya terkait alokasi anggaran pembangunan Kantor Bupati Pohuwato sebesar Rp43 miliar.
Bupati Saipul mengungkapkan, meskipun terjadi kebijakan efisiensi anggaran akibat penanganan bencana banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, anggaran pembangunan Kantor Bupati Pohuwato tetap dipertahankan dan tidak mengalami pengurangan.
Menurutnya, pembangunan kantor bupati tersebut sangat dibutuhkan guna menunjang peningkatan pelayanan prima kepada masyarakat.
Selain itu, Bupati Saipul juga menyampaikan terima kasih atas dukungan anggaran untuk Optimalisasi IPA SPAM Randangan yang melayani kebutuhan air bersih Bandar Udara Panua Pohuwato serta masyarakat Desa Motolohu, Desa Imbodu, Desa Omayuwa, dan Desa Siduwonge.
Saat ini, pelayanan air bersih di wilayah tersebut masih terbatas akibat menurunnya kapasitas IPA Randangan.
“Dengan adanya optimalisasi ini, kami berharap pelayanan air bersih ke depan dapat teratasi dengan baik dan lebih maksimal,” ujar Saipul.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Pohuwato juga menegaskan pentingnya pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) sebagai prasarana sanitasi yang sangat dibutuhkan masyarakat. Hal ini seiring pertumbuhan penduduk serta meningkatnya migrasi pencari kerja akibat investasi pertambangan di Pohuwato.
Untuk itu, Bupati Saipul meminta agar anggaran pembangunan IPLT sebesar Rp14,5 miliar, termasuk pengadaan armada truk tinja, tidak dilakukan efisiensi dan tetap dipertahankan.
Permintaan tersebut mendapat perhatian serius dari Wakil Menteri PU. Ia pun langsung meminta Direktur Sanitasi agar anggaran pembangunan IPLT tidak dihilangkan, mengingat urgensi dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Pohuwato.
Di akhir pertemuan, Bupati Pohuwato turut mengusulkan sejumlah kegiatan strategis lainnya, di antaranya pembangunan Sekolah Rakyat, pembangunan pasar sehat, serta peningkatan sarana dan prasarana Gelanggang Olahraga (GOR) Pohuwato.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari Wakil Menteri PU, dengan catatan dilakukan koordinasi lintas kementerian, yakni Kementerian Perdagangan untuk pembangunan pasar, Kementerian Sosial untuk Sekolah Rakyat, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga terkait peningkatan GOR.
Bupati Saipul menegaskan, kebutuhan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pohuwato masih sangat besar. Namun, di tengah kebijakan efisiensi anggaran ke daerah, sejumlah program pembangunan mengalami keterbatasan.
“Kami melihat peluang pembiayaan melalui APBN masih sangat terbuka. Karena itu, pemerintah daerah harus proaktif mengusulkan program agar dapat masuk dalam rencana kerja kementerian dan teranggarkan,” pungkasnya.





























